Berbagai Macam Peninggalan dari Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta

Kerajaan mataram islam menjadi salah satu dari banyaknya kerajaan yang bercorak islam di Indonesia. Mataram islam menjadi salah satu kerajaan yang cukup besar dan muncul lebih awal ketimbang kerajaan islam lainnya. Jadi tak khayal kalau pengaruh dari kerajaan ini cukup besar terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia terutama pada rakyat Yogyakarta.

Untuk sekarang, kerajaan mataram islam hanya tinggal benda - benda peninggalan saja yang memang menjadi bukti kalau kerajaan ini pernah ada. Hilangnya kerajaan mataram islam pada saat ini karena runtuhnya kerajaan yang disebabkan oleh banyak hal. Alhasil, penerusan tahta atau pun kerajaan tidak baik serta faktor eksternal.

Keruntuhan Kerajaan Mataram Islam diawali pada dikala kekalahan Sultan Agung dalam misi merebut Batavia dan memahami segala Jawa dari Belanda. Kehidupan ekonomi rakyat tidak terurus sebab sebagian rakyat dikerahkan buat berperang.

Setelah mengalami kemunduran dari berbagai sektor, perlahan tapi pasti kerajaan mataram islam benar - benar mengalami keruntuhan. Hasilnya bisa kita lihat, di mana kerajaan ini hanya tinggal peninggalan saja dari mulai bangunan, makam, kitab dan lainnya.

Bagaikan sesuatu kerajaan yang sempat eksis, nyatanya Kerajaan Mataram Islam mempunyai benda aset yang pula bagaikan sumber sejarah kerajaan mataram islam. Berikut ialah sebagian aset dari Kerajaan Mataram Islam:

  • Sastra Ghending karya dari Sultan Agung,
  • Tahun Saka,
  • Kerajinan Perak,
  • Kalang Obong, yang ialah tradisi kematian orang kalang, ialah dengan membakar aset orang yang wafat.
  • Kue kipo yang ialah santapan khas warga kotagede, santapan ini sudah terdapat semenjak jaman kerajaan.
  • Pertapaan Kembang Lampir yang ialah tempat Ki Ageng Pemanahan sempat bertapa buat memperoleh wahyu kerajaan Mataram
  • Segara Wana dan Syuh Brata yang ialah meriam- meriam yang dikasih oleh Belanda atas perjanjiannya dengan kerjaan Mataram dikala kepemimpinan Sultan Agung.
  • Puing– puing candi Hindu serta Budha di aliran Sungai Opak dan aliran sungai Progo
  • Batu Datar yang terletak di Lipura posisinya tidak jauh di barat energi kota Yogyakarta
  • Baju Kiai Gundil ataupun yang lebih diketahui dengan Kiai Antakusuma
  • Masjid Agung Negeri yang dibentuk pada tahun 1763 oleh PB III.
  • Masjid Jami Pakuncen yang didirikan oleh sunan Amangkurat I
  • Gapura Makam Kota Gede, yag ialah perpaduan dari warna hindu serta islam.
  • Masjid yang terletak di Makam Kota Gede.
  • Bangsal Duda
  • Rumah Kalang
  • Makam dari Raja- Raja Mataram yang berlokasi di Imogiri 
Sumber :

Comments